Siapa yang tidak kenal betapa anggunnya penari Jawa Klasik yang sedang berada dalam sebuah pementasan, jalannya yang setapak demi setapak perlahan di ikuti jemari lentik yang seolah berbicara kepada para penontonnya, dengan tatapan dan senyuman yang sulit bagi kita untuk tidak jatuh cinta pada auranya. Tari jawa yang telah menjadi kebudayaan Indonesia sejak lama dengan segala ragamnya ternyata tidak hanya berhenti pada sebuah kesenian pertunjukan tari. Beksa yoga sebuah metode yoga, olah tubuh yang  diambil intinya dari gerak dan filosofi Tari Jawa Klasik menyuguhkan para pecinta yoga sebuah metode yang out of the box. Kita pada umumnya hanya mengetahui yoga berasal dari negara lain bukan dari Indonesia, namun jauh di dalam kebudayaan Indonesia, melalui seni tari, ternyata tersimpan pula kekayaan lain yaitu Beksa Yoga.

Putut Budi Santosa seorang seniman yang berdedikasi mengembangkan metode Beksa Yoga ini mengatakan bahwa salah satu manfaat lain dari metode Beksa Yoga  adalah perihal percaya diri. Bersumber dari kenyaman yang ada dalam tubuh seseorang maka kita yang merasa nyaman dengan tubuh kita setelah melakukan Beksa Yoga akan lebih nyaman dalam beraktifitas dan dalam jangka panjang akan terbangun rasa percaya diri yang lebih utuh. Beksa Yoga yang bersumber dari Budaya Nusantara khususnya Tari Jawa Klasik ini menurutnya dapat membantu penyelarasan antara tubuh, jiwa dan pikiran.

Beksa Yoga sebagai sebuah seni olah tubuh mengambil sikap – sikap, posisi –posisi serta kedalaman unsur dari Tari Jawa Klasik dan menggunakan lagu lagu layaknya yang digunakan oleh penari Jawa Klasik itu sendiri. Beksa Yoga juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa secara menyeluruh sebagaimana dijelaskan oleh Pria yang juga aktif dalam banyak kegiatan kebudayaan diantaranya ‘Dibalik Kabut Gedung Songo dan Pagelaran Ratu Shima. Bagi tubuh manusia Beksa Yoga membantu kita dalam mereposisi anggota tubuh yang tadinya terasa kaku akan terasa lebih ringan (fleksibel) untuk digerakan, bahkan jika kita memiliki postur yang bungkuk maka Beksa Yoga merupakan salah satu cara yang tepat pula untuk mereposisi tubuh kearah postur yang lebih baik.

Berkaitan dengan manfaat Beksa Yoga yang lain untuk pikiran dan jiwa hal ini didapat karena dalam Tarian Jawa Klasik terdapat kuncian-kuncian energi yang harus dilepaskan secara tepat. Pria yang merintis Beksa Yoga pertama kali pada tahun 2003 ini juga menyatakan bahwa siapa saja bisa mengikuti Beksa Yoga karena sesungguhnya Beksa Yoga memberikan sebuah treatment yang berbeda dari satu orang ke orang yang lain, sesuai dengan permasalahannya. Siapa saja yang berumur mulai dari 6 tahun hingga 70 tahun dapat mengikuti Beksa Yoga. Tahap dari Beksa Yoga yang tidak kalah menarik adalah bonus nyata bahwa siapa saja yang mengikuti Beksa Yoga dengan tekun dan disiplin akan terbantu dalam mempelajari Tari Jawa itu sendiri. Lebih – lebih karena Beksa Yoga memanfaatkan elemen-elemen pada Tari Jawa maka dalam keterbukaan pikiran yang cukup dalam jangka panjang bisa mendalami pula spritualitas dalam Tari Jawa Klasik itu sendiri.

Yayasan ATSANTI yang juga memiliki fokus dibidang kemanusiaan dan kebudayaan di awal tahun 2020 ini juga berkerjasama dengan Putut Budi Santosa  selaku pengajar Beksa Yoga dalam rangka penggalangan dana yang disalurkan kepada seniman dan lansia yang terdampak COVID-19. Beksa Yoga saat ini  tetap berlangsung secara online di pandu oleh sang intsruktur setiap hari Rabu dan Sabtu.  Beksa Yoga bukanlah aktivitas yang berat. Beksa Yoga dapat dilakukan dimana saja karena tidak memerlukan tempat yang sangat luas dan jelas bahwa dengan mempelajari dan menekuni Beksa Yoga maka kita juga melestarikan Budaya Nusantara itu sendiri. Salam Budaya!