Yayasan Atma Nusvantara Jati dan Seniman Nusantara didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengadakan seminar daring (Webinar) pada hari Sabtu, 12 September 2020 sebagai rangkaian dari Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia 2020. Seminar yang mengambil topik besar “Musik Tradisional Nusantara di Era Mileneal” berlangsung sangat informatif dan menarik perhatian para penikmat Musik Nusantara berdurasi lebih dari 2 jam. Seminar darinng ini di maksudkan untuk memberikan sebuah suntikan informasi, tips dan trik serta semangat kapada para peminat dan penikmat Musik Nusantara yang akan berpartisipasi dalam LAMNCI 2020. Acara dibawakan secara langsung oleh Penyanyi (Trio Libels) dan Aktor, Ronnie Sianturi dan di Moderatori oleh Danis Sugiyanto, Seniman dan Pengajar pada Institut Seni Indonesia Surakarta dan 3 (tiga) Narasumber yang luar biasa mewakili unsur pemerintah, seniman, musisi dan akademisi.

Pembicara pertama Bapak Edi Irawan selaku Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik mewakili Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra yang kebetulan berhalangan hadir menyampaikan tentang Dukungan Pemerintah dalam memajukan Seni Nusantara, mengajak secara khusus para pecinta Seni Nusantara untuk mendukung dan melestarikan Kesenian nusantara dan melakukan kolaborasi secara aktif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengapresiasi langkah bersama Atsanti dan Seniman Nusantara untuk melestarikan musik tradisional melalui Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia.

Gilang Ramadhan sebagai pembicara kedua menginspirasi kaum milenial untuk lebih berani terjun langsung dalam pelestarian musik nusantara. Gilang bercerita pengalaman menariknya bersama Kenong dan Kecreknya yang dia jadikan sebagai modal untuk membuka pintu di berbagai belahan dunia, mengenalkan karyanya melalui instrument khas Nusantara. Pendiri Komunitas Karawitan Indonesia ini juga bicara tentang bagaimana cara memperkenalkan musik Indonesia namun dengan tetap memperhitungkan pasar besar musik (Big Market). Gilang yang telah menggeluti 2 dunia musik baik yang modern maupun tradisional mendorong para milineal untuk terus mencari warna dari Musik Indonesia.

Webinar yang disiarkan secara live ini juga menyajikan banyak pengetahuan mendalam tentang bagaimana musik- musik di Nusantara berkembang khususnya oleh pakar di bidang Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara, Irwansyah Oemar Harahap. Irwansyah yang juga memiliki kemampuan utama (major) di musik dawai ini  memaparkan bahwa musik tradisi hidup di dalam tradisinya itu sendiri, dan memberikan pencerahan bahwa perisitilahan primitif, tribal , etnik, sesungguhnya telah diganti dengan istilah Music Culture of the World. Irwansyah menambahkan bahwa Musik Nusantara sesungguhnya dapat didiekati berdasarkan 2 jenis, Court Music (Musik Keraton), Folk Music Musik Rakyat yang berada pada Mainland Music didaerah pegunungan dan pedalaman atau Coastal Music  yang berada pada daerah pesisiran.

Dalam diskusi juga berkembang banyak hal diantaranya, pandangan perlunya pemerintah mewajibkan atau meregulasi ruang rekreasi publik, seperti tempat wisata, restoran, hotel dan pusat perbelanjaan untuk memutar musik – musik nusantara dengan batas minimal tertentu untuk membantu mendorong upaya pelestarian musik nusantara yang sesunguhnya hal ini juga berpotensi meningkatkan pariwisata daerah. Kapokja Apresiasi dan Literasi juga memaparkan sebuah fakta, masalah, yang harus kita hadapi bersama terkait keterlibatan peserta didik yang di nilai masih sangat jauh dari harapan khsusunya terkait dengan kegiatan berkesenian. Harapan kedepan kementerian akan berupaya untuk memperbanyak tenaga pengajar yang memiliki pengetahuan yang baik di bidang kesenian nusantara. Dalam kaitan lomba aransemen Irwansyah mengatakan pula bahwa Nusantara memiliki tangga nada yang sangat kaya, dia meyakini bahwa tangga nada diperlakukan di tiap daaerah dengan sangat beragam, persolannya pada akhirnya bagaimana kejelian creator untuk memanfaatkan hal tersebut yang salah satunya dapat dilakukan melalui studi dan pra kondisi.

Webinar ditutup dengan pengumuman secara resmi oleh pihak Kementerian terkait dengan jumlah hadiah dari Lomba Aransemen Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) 2020 dan batas usia yang diperluas.

(red: G.Nuswantoro)